Tampilkan postingan dengan label Gending. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gending. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juli 2013

Gending rare

Curik-Curik 

Dadong Dauh

Senin, 15 Juli 2013

MEONG-MEONG (Lagu dan Permainan Tradisional Bali)

Meong-meong merupakan salah satu kebudayaan dari Bali. Kebudayaan yang satu ini berupa lagu sekaligus permainan tradisional yang biasanya dinyanyikan dan dimainkan oleh anak-anak Bali. Lagu Meong-Meong termasuk dalam kategori Sekar Rare atau Gending Rare, yaitu kategori jenis lagu anak-anak yang bernuansa permainan. Berikut adalah lirik dari lagu meong-meong:
Meong-meong…

Alih je bikule…

Bikul gede gede…

Buin mokoh-mokoh…

Kereng pesan ngerusuhin…

Juk meng… Juk kul..
Lirik lagu meong-meong diatas menggunakan bahasa Bali dan untuk mengetahui maksud atau arti dari lagu tersebut saya akan menguraikan arti dari setiap kata dalam lagu tersebut. Kata ‘meong-meong’ diatas berarti kucing-kucing, kata ‘alih je bikule’ berarti carilah tikusnya’, ‘bikul’ berarti tikus, ‘gede-gede’ berarti besar-besar, ‘buin’ berarti juga, ‘mokoh-mokoh’ berarti gemuk-gemuk, dan yang terakhir ‘kereng pesan ngerusuhin’ berarti selalu membuat masalah. Jadi lirik lagu diatas dapat diartikan kedalam bahasa indonesia sebagai berikut: 

Gegendingan / Tembang Bali

Gegendingan adalah sekumpulan kalimat bebas yang dinyanyikan. Isinya pada umumnya pendek, dan sederhana. Dikatakan bebas karena benar-benar tidak ada ikatannya. Antara tiap kalimat tidak harus mempunyai arti yang membentuk cerita atau pengertian, dan kadang-kadang kalimat yang terbentuk dari kata-kata itu juga tidak mempunyai arti yang jelas. Ada tiga jenis gegendingan yang dikutip dari babadbali, yang dimiliki oleh seni Tembang Bali:
1.      Gending Rare
Gending Rare atau Sekar Rare mencakup berbagai jenis lagu-lagu anak-anak yang bernuansa permainan. Jenis tembang ini pada umumnya memakai bahasa Bali sederhana, bersifat dinamis dan riang, sehingga dapat dilagukan dengan mudah dalam suasana bermain dan bergembira. Ini juga mengajarkan anak-anak sejak usia dini bagaimana bekerja sama, serta berbahasa Bali.

MAKNA GENDING RARE (BEBEKE PUTIH JAMBUL)

"Bebeke Putih Jambul Makeber Ngajekanginang, Teked Ngaje Kangingan Ditu Tuun Jak Mekejang, Briak-Briuk Mesilemang Jak Mekejang”

Gending rare polos ini sering dinyanyikan oleh kakek/nenek dimasa lampau kepada cucunya tetapi kita seringkali menyepelekanya padahal memiliki  makna filosofis beragama Hindu yg dalam.
Bebek warna putih berisi jambul simbol kesucian, bebek merupakan binatang unggas yg memiliki keistimewaan hidupnya bisa diair di tanah dan diudara, tidak pernah berkelahi dengan sesamanya ataupun dengan yang lain.
Warna Putih kalau dalam arah Dewata Nawa Sanga warna putih arah timur dewa iswara senjatanya bajra ibaratkan pendeta suci  (pedanda, pemangku dll) yang memakai pakean putih mengunakan bajra dalam proses ritual keagamaan  .Jambul ibaratkan iketan rambut sulinggih  (pedanda siwa) diikat oleh sesana kawikon dimana dalam melaksanakan perbuatan di bumi ini dalam arti luas selalu berkata berpikir dan bertingkahlaku yg suci sesuai dengan ajaran agama.

Lagu Anak Tradisional Bali Pun Mengandung Hal-hal tak Mendidik


Benar apa yang dikatakan oleh Made Taro, bahwa salah satu cerita anak-anak yang diciptakannya mendapatkan kritikan karena di dalamnya mengandung pesan kekerasan, berupa potong leher! Sungguh mengerikan jika anak-anak mendapatkan cerita seperti itu. Maka, meski itu cerita rakyat, sangatlah arif jika kemudian Made Taro bersedia memperbaiki cerita dongeng yang bersangkutan.
-------------
 CERITA Made Taro itu membangkitkan ingatan akan sebuah peristiwa tahun lalu di Asrama Saraswati, Surabaya. Saat itu, seorang anak berusia jelang SD asal Bali, harus menjalani operasi mata di RS Dr. Sutomo yang membuat si anak harus menderita cacat seumur hidup. Karena masih balita, si anak itu tetap cerah perilakunya. Namun, satu lagu yang sering dinyanyikannya adalah "Curik-curik". Menurut cerita anak-anak asrama, orangtua si anak kerap menangis jika mendengar anaknya menyanyikan lagu itu. Mungkin si anak mendengar lagu tersebut saat di rumahnya di Bali, dinyanyikan teman-temannya atau siapapun di lingkungannya, dan bisa jadi tanpa disadarinya anak yang menderita tadi menjadi objek nyanyian.
Sungguh ini peristiwa yang sangat memilukan. Bukan tidak mungkin banyak anak lain yang mengalami kejadian serupa tetapi tidak disadari (karena masih kecil) yang membuat orangtua mereka tertekan. Lagu "Curik-curik jelas lagu populer dan digemari anak-anak, baik karena iramanya yang nge-rap maupun syair kalimatnya yang terasa lucu. Kini, lagu anak-anak Bali beredar meluas seiring dengan meluasnya pemasaran industri VCD.